Payakumbuh Siapkan UMKM Rendang Tembus Pasar Ekspor

- Redaksi

Kamis, 30 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh – Pemko Payakumbuh, Sumatera Barat, menyiapkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) rendang menembus pasar ekspor melalui Program Desa Devisa Rendang 2026 bersama Kementerian Keuangan dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Program tersebut dimulai melalui Kick Off Pendampingan Desa Devisa Rendang di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh, Kamis (30/07/2026), dengan fokus pada peningkatan kapasitas usaha, standar ekspor, akses pembiayaan, dan perluasan pemasaran internasional.

Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman mengatakan program tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan daya saing industri rendang sekaligus memperluas pasar produk unggulan daerah.

“Rendang sudah dikenal sebagai makanan terbaik di dunia. Namun, untuk memasuki pasar global, kita tidak cukup hanya mengandalkan cita rasa. Kita harus menjaga konsistensi kualitas, memperbaiki pengemasan, serta memenuhi standar internasional agar mampu bersaing di pasar ekspor,” katanya.

Menurut dia, pelaku UMKM perlu memperkuat kapasitas produksi, sumber daya manusia, kelembagaan, serta pemahaman terhadap regulasi ekspor. Persiapan tersebut penting agar produk rendang Payakumbuh mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Elzadaswarman berharap Koperasi Sentra Rendang Payo (IKOSERO) menjadi wadah kolaborasi pelaku usaha untuk menjaga mutu produk, memenuhi persyaratan ekspor, dan memperluas jaringan pemasaran.

“Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi proses pendampingan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat daya saing produk, dan mendorong lahirnya eksportir baru dari Kota Payakumbuh,” ujarnya.

Ia juga meminta Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian bersama perangkat daerah terkait memastikan pendampingan berjalan berkelanjutan sehingga memberikan dampak nyata bagi pengembangan UMKM dan perekonomian masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sumatera Barat, LPEI, KPPN Payakumbuh, serta sejumlah perangkat daerah dan pelaku UMKM anggota IKOSERO.

Elzadaswarman optimistis kolaborasi pemerintah, lembaga pembiayaan, koperasi, dan dunia usaha dapat memperluas akses pasar produk rendang Payakumbuh.

“Dengan semangat kolaborasi, kami optimistis akan lahir lebih banyak eksportir rendang dari Payakumbuh,” pungkasnya. (red)

Editor : Rachmail Gucci

Sumber Berita: Disnakerperin Payakumbuh

Berita Terkait

Makin Panas, Ratusan Profesor Desak Gibran Mundur – Beritaambang
Informasi terkini mengenai rencana gaji PNS disebar melalui Kopdes, semoga polemik berakhir
Basarnas Terus Pencarian di Perairan Kalimantan untuk Mencari Sisa Korban Angkutan KM Virgo
2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, Pelayanan
#FbelianoRepublic, “MARI SErang SOLO!”
BGN Uji Coba CCTV Berbasis AI di 70 Dapur MBG
Sudah bukan rahasia lagi, bermula dari berakhirnya Roy Suryo vs Jokowi dalam urusan ijazah
Ajudan Gubernur Kaltim Intimidasi Mahasiswa di Demo Karhutla, IPW: Cabut dan Sanksi!

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:35 WIB

Makin Panas, Ratusan Profesor Desak Gibran Mundur – Beritaambang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Informasi terkini mengenai rencana gaji PNS disebar melalui Kopdes, semoga polemik berakhir

Rabu, 21 Oktober 2026 - 04:55 WIB

Basarnas Terus Pencarian di Perairan Kalimantan untuk Mencari Sisa Korban Angkutan KM Virgo

Rabu, 21 Oktober 2026 - 04:35 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, Pelayanan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 04:15 WIB

#FbelianoRepublic, “MARI SErang SOLO!”

Berita Terbaru

Headline

#FbelianoRepublic, “MARI SErang SOLO!”

Rabu, 21 Okt 2026 - 04:15 WIB