SURABAYA (Lentera) – Pengentasan kemiskinan di pedesaan Kabupaten Tuban tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sosial. Anggota Komisi B DPRD Jatim Ony Setiwan menekankan pentingnya penguatan perekonomian daerah agar masyarakat memiliki sumber pendapatan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Ony mengatakan sektor pertanian, perikanan, dan UMKM perlu intervensi melalui bantuan digital dan kemudahan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR). Penyerapan tenaga kerja lokal melalui Padat Karya Tunai Desa (PKTD) juga dinilai penting agar warga miskin mendapat pendapatan langsung dari proyek desa.
“Solusi utama yang segera dilaksanakan meliputi tiga pilar utama. Yakni mengurangi beban belanja pemerintah, meningkatkan pendapatan berbasis pemberdayaan ekonomi daerah, dan mempercepat pembangunan infrastruktur dasar,” kata Ony, Minggu (4/10/2026).
Menurut pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban ini, penguatan perekonomian daerah harus dibarengi dengan upaya menjaga daya beli masyarakat prasejahtera melalui program perlindungan sosial yang tepat sasaran.
Pengurangan beban pengeluaran warga desa dilakukan melalui penyaluran bantuan sosial seperti PKH, Kartu Sembako, dan BLT Dana Desa. Selain itu, akses terhadap layanan dasar seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), optimalisasi Posyandu untuk mencegah stunting, dan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) harus dijamin oleh pemerintah, jelasnya.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini juga menilai keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi pertanian harus dioptimalkan sebagai penggerak perekonomian warga. Penguatan tersebut perlu didukung dengan pembangunan infrastruktur yang dapat membuka distribusi dan akses pasar produk masyarakat desa.
“Pembangunan infrastruktur penghubung seperti akses jalan desa, penerangan, dan jaringan internet juga perlu dipercepat untuk memperlancar distribusi produk pertanian dan membuka peluang pasar baru bagi desa-desa potensial di Tuban,” tutupnya.
Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














