RRI.CO.ID, Pringsewu – Jalan Raden Intan di Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu yang sempat menjadi sorotan masyarakat karena kerusakannya, kini mulai memasuki tahap persiapan penanganan, Minggu 4 Oktober 2026.
Anggota Komisi III DPRD Pringsewu M. Triaksono terjun langsung ke lokasi pada Jumat (2/10/2026) untuk melihat kondisi ruas jalan tersebut dan juga mengikuti proses pengukuran bersama konsultan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pringsewu.
Pengukuran dilakukan pada ruas jalan yang panjangnya kurang lebih 500 meter. Jalan ini selama ini menjadi akses vital warga Wonodadi, termasuk untuk menuju fasilitas pendidikan, Pasar Gadingrejo, dan wilayah Kabupaten Pesawaran.
Kondisinya sebelumnya sempat viral. Jalan tersebut penuh lubang dan semakin sulit dilalui saat hujan karena muncul genangan air. Sebaliknya, saat cuaca panas, debu jalanan beterbangan ke pemukiman warga. Kondisi tersebut bahkan disikapi warga dengan aksi simbolis menebarkan ikan lele di jalan berlubang sebagai bentuk kritik dan kepedulian terhadap kondisi infrastruktur.
Kini, penanganan bagian tersebut mulai dipersiapkan. Berdasarkan hasil pengukuran bersama dengan Dinas PUPR, Jalan Raden Intan rencananya akan mendapat perawatan melalui pembangunan beton kaku atau cor yang dialokasikan pada APBD Perubahan 2026.
M. Triaksono mengatakan, peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi riil jalan tersebut dapat dijadikan landasan dalam proses persiapan pembangunan. Ia berharap pekerjaan tersebut dapat segera terealisasi sehingga masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama untuk meningkatkan akses.
“Jalan ini menjadi akses penting bagi masyarakat, termasuk untuk menuju fasilitas pendidikan, akses menuju wilayah Kabupaten Pesawaran, serta Pasar Gadingrejo,” kata Triaksono.
Menurut dia, kondisi infrastruktur jalan berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat. Rusaknya jalan tidak hanya mengganggu mobilitas, namun juga dapat mempengaruhi akses warga terhadap pendidikan, perdagangan, dan aktivitas sehari-hari.
Warga berharap tidak lagi menjadi jalan yang viral
Rencana perbaikan tersebut mendapat respon positif dari masyarakat. Khoirul, salah satu warga mengapresiasi perhatian DPRD dan pihak terkait terhadap kondisi Jalan Raden Intan.
“Kami mengucapkan terima kasih karena telah memperjuangkan hak masyarakat untuk mendapatkan jalan yang layak. Jalan ini sebelumnya sempat viral, bahkan masyarakat Pekon Wonodadi melakukan tabur ikan lele sebagai bentuk kepeduliannya terhadap kondisi jalan tersebut,” kata Khoirul.
Warga berharap rencana pembangunan tersebut tidak berhenti pada tahap pengukuran saja, namun segera memasuki implementasi sesuai target yang telah diajukan. Selain soal kecepatan realisasi, masyarakat juga berharap pekerjaan dilaksanakan dengan memperhatikan kualitas. Dengan begitu, jalan yang dikeluhkan warga justru bisa memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Jika terealisasi, perbaikan Jalan Raden Intan diharapkan tidak hanya mengubah kondisi fisik jalan, tetapi juga memperlancar mobilitas warga, memperlancar aktivitas perdagangan, mendukung akses pendidikan, dan membuka konektivitas yang lebih baik dengan kawasan sekitar.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














