Viral Gajah Zidan Dirantai Tiga Tahun, Pakar UGM Soroti Kesejahteraan Hewan

- Redaksi

Kamis, 17 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gajah sumatera di Kebun Binatang Taman Budaya dan Margasatwa Kota Bukittinggi (TMSBK) berbincang dengan pengunjung. Pemkot Bukittinggi menegaskan, gajah-gajah di TMSBK selama ini dirawat secara maksimal. (ANTARA/AL FATAH)

Seekor gajah Sumatera bernama Zidan yang menghuni Taman Margasatwa dan Taman Budana Kinantan (TMSBK) Bukittinggi, Sumatera Barat menjadi sorotan setelah diketahui dirantai selama tiga tahun. Hal ini membatasi ruang gerak gajah karena gajah mengalami perubahan tingkah laku dan menjadi agresif sehingga menimbulkan beberapa luka pada mahout atau pawang gajah.

Peneliti satwa liar dan Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM), Prof. Dr. drh. R. Wisnu Nurcahyo, perlakuan yang membuat ruang gerak hewan menjadi sangat terbatas sebenarnya tidak boleh dilakukan. Ia mengatakan, gajah tetap perlu diberi kesempatan bergerak dan melakukan perilaku alaminya meski dalam pengawasan terkendali.

“Sebenarnya rantainya tidak boleh pendek. Ada saatnya dia harus dilepas, boleh jalan-jalan tapi dikendalikan, diobservasi,” kata Wisnu, Kamis (17/9) di Yogyakarta.

Prof Wisnu kemudian menambahkan, kesejahteraan gajah tidak hanya terkait dengan pemenuhan kebutuhan pangan dan kondisi kesehatan. Namun, hewan juga membutuhkan lingkungan yang sesuai, ruang untuk bergerak, kesempatan untuk mandi atau berkubang, dan interaksi sosial dengan gajah lainnya.

Dikatakan bahwa aspek kesejahteraan hewan setidaknya meliputi terpenuhinya kebutuhan nutrisi dan air, lingkungan yang sesuai, kondisi fisik yang sehat dan bebas dari cedera, kesempatan untuk berperilaku alami, dan kondisi mental yang positif. “Kesejahteraan itu bukan sekedar makan cukup dan tidak sakit. Dia juga harus punya ruang, bisa jalan, bisa mandi, bisa berkubang, bisa berinteraksi dengan orang lain,” jelasnya.

Mengenai gajah Zidan konon gajah jantan bisa menjadi agresif terutama saat memasuki masa birahi atau musth. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memicu perubahan perilaku gajah jantan. Padahal, lanjutnya, agresivitas tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi tersebut.

Masa berahi gajah, kata dia, bisa berlangsung hingga beberapa bulan dan dipengaruhi oleh beberapa kondisi pada gajah, seperti umur, kondisi tubuh, status sosial, dan lingkungan tempat gajah tersebut berada. Selain itu, rasa sakit akibat luka, keterbatasan gerak akibat rantai, rasa bosan, dan lingkungan yang tidak nyaman juga dapat memperburuk kondisi dan perilaku gajah. Jadi sebenarnya faktornya bukan hanya nafsu, tapi juga rasa sakit hati. Lingkungan yang membuat dia tidak nyaman, ujarnya.

Oleh karena itu, menurut Prof Wisnu, penanganan gajah agresif perlu melihat kondisi hewan secara keseluruhan. Pembatasan pergerakan untuk menjaga keselamatan manusia dan hewan dapat dilakukan dalam kondisi tertentu, namun tidak boleh menjadi bentuk pengobatan dalam jangka panjang.

Di alam, setelah melalui masa musth, gajah jantan dapat kembali berinteraksi dengan lingkungan dan kelompoknya. Namun kondisi lingkungan yang kurang baik, seperti terbatasnya ruang gerak, kurangnya aktivitas, tidak adanya kesempatan untuk mandi atau berkubang, dan terbatasnya makanan dapat menyebabkan gajah mengalami stres.

Selain kondisi lingkungan, Wisnu menekankan pentingnya peran mahout dalam penanganan gajah. Menurutnya, mahout tidak hanya bertugas menjaga dan merawat gajah, tetapi juga perlu memahami karakter dan perilaku individu gajah yang ditanganinya.

Hubungan yang erat antara mahout dan gajah dapat membantu proses penanganan karena mahout lebih memahami kebiasaan hewan dan perubahan perilakunya. Jika gajah tersebut sulit ditangani oleh mahout yang ada, ia menyarankan agar pengelola mempertimbangkan untuk melibatkan mahout atau mahout senior yang berpengalaman menangani gajah dengan karakteristik serupa. Mahoutnya harus paham karakter gajahnya. Kalau tidak bisa, bisa didatangkan pawang gajah senior dari tempat lain, ujarnya.

Pengelolaan gajah dikatakan juga perlu memperhatikan catatan kesehatan dan kondisi individu masing-masing hewan. Informasi mengenai kesehatan, perilaku, reproduksi, nutrisi, dan riwayat penanganan diperlukan untuk menentukan langkah penatalaksanaan yang tepat.

Ia menambahkan, keputusan memelihara gajah di lembaga konservasi atau memindahkannya ke lokasi lain perlu mempertimbangkan kondisi fasilitas dan kemampuan pengelola dalam memenuhi kebutuhan satwa tersebut.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain ketersediaan ruang yang luas dan nyaman, peluang beraktivitas, fasilitas mandi atau berkubang, shelter, kondisi tanah, pakan dan air bersih, kesehatan fisik, peluang berperilaku alami, dan interaksi sosial dengan gajah lainnya, ujarnya.

Dengan demikian, lanjutnya, relokasi bukan sekadar memindahkan gajah dari satu tempat ke tempat lain. Tempat tujuan juga harus dapat memberikan kondisi yang lebih sesuai dengan kebutuhan hewan.

Evaluasi Konservasi

Secara lebih luas, Prof Wisnu berpendapat pengelolaan satwa di lembaga konservasi perlu terus dievaluasi. Pengelolaan tidak hanya berkaitan dengan keselamatan pengunjung dan petugas, tetapi juga mencakup kesejahteraan hewan, pelayanan kesehatan, desain kandang, manajemen reproduksi, penanganan saat hewan mengalami musth, dan kesiapan menghadapi kondisi darurat.

Ia mengatakan lembaga konservasi memiliki standar yang harus dipenuhi, termasuk prinsip kesejahteraan hewan yang telah diadopsi dalam standar pengelolaan. Evaluasi diperlukan untuk memastikan standar benar-benar diterapkan dalam praktik. “Perlu ada evaluasi bagaimana kita mengelola hewan-hewan ini, bagaimana kesejahteraannya, bagaimana kesehatan dan keselamatan manusia dan hewannya,” ujarnya.

Dalam kasus Gajah Zidan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah evaluasi kondisi gajah dan pengelolaannya. Evaluasi ini dapat melihat apakah kebutuhan Zidan dan gajah-gajah lainnya di TMSBK sudah terpenuhi berdasarkan prinsip kesejahteraan hewan.

Wisnu kembali menekankan lima aspek utama yang perlu diperhatikan, yaitu gizi, lingkungan yang sesuai, kesehatan jasmani, kesempatan melakukan perilaku alami, dan kondisi mental yang positif. Menurutnya, habitat alami tetap menjadi lingkungan terbaik bagi gajah. Namun upaya konservasi juga perlu memperhatikan kondisi habitat gajah sumatera yang menghadapi berbagai ancaman. Oleh karena itu, perlindungan satwa tidak lepas dari upaya menjaga habitat aslinya. “Yang terbaik bagi gajah sebenarnya habitatnya di alam. Tapi habitatnya juga harus kita jaga,” tutupnya. (H-4)

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

26 Gempa Guncang Kabupaten Bandung dalam Sehari, BMKG Sebut Dipicu Sesar Aktif
Informasi pribadi pelanggan CenterPoint Energy dilanggar dalam insiden data, kata pejabat perusahaan
D-back kalah dari Marlins secara ekstra, tidak bisa naik dalam perlombaan Wild Card
Rave dan Massey homer saat Royals mengalahkan Astros 5-2, menjatuhkan Houston ke peringkat pertama dengan Texas
Lions vs. Bills: Tiga alur cerita yang harus diketahui untuk pertandingan prime-time Minggu 2 hari Kamis | Berita, Analisis & Pembaruan NFL Terbaru
5 Center Lagi yang Bisa Ditandatangani Knicks Setelah Kesepakatan James Wiseman
BPK Soroti Pengelolaan Sampah Payakumbuh, Om Zet Dorong Solusi Baru
Revitalisasi Sekolah: Kepala Sekolah Diminta Jaga Dana Negara
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 13:11 WIB

26 Gempa Guncang Kabupaten Bandung dalam Sehari, BMKG Sebut Dipicu Sesar Aktif

Kamis, 17 September 2026 - 12:13 WIB

Informasi pribadi pelanggan CenterPoint Energy dilanggar dalam insiden data, kata pejabat perusahaan

Kamis, 17 September 2026 - 11:59 WIB

Viral Gajah Zidan Dirantai Tiga Tahun, Pakar UGM Soroti Kesejahteraan Hewan

Kamis, 17 September 2026 - 11:13 WIB

D-back kalah dari Marlins secara ekstra, tidak bisa naik dalam perlombaan Wild Card

Kamis, 17 September 2026 - 10:33 WIB

Rave dan Massey homer saat Royals mengalahkan Astros 5-2, menjatuhkan Houston ke peringkat pertama dengan Texas

Berita Terbaru