Payakumbuh — Penyuluh Agama Islam Sumatera Barat menyalurkan donasi kepada Ust. Zulfakri, Penyuluh Agama Islam KUA Akabiluru, yang rumahnya terbakar di Pauh Songik, sebagai bentuk solidaritas untuk membantu meringankan beban keluarganya.
Donasi diserahkan langsung oleh perwakilan Penyuluh Agama Islam kepada Ust. Zulfakri. Bantuan tersebut sekaligus menjadi dukungan moril agar ia dan keluarga dapat segera bangkit setelah kehilangan tempat tinggal akibat musibah kebakaran.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas sesama Penyuluh Agama Islam. Ketika ada rekan yang mengalami musibah, kami merasa perlu hadir dan memberikan dukungan,” kata Firdaus, Penyuluh Agama Islam KUA Payakumbuh Selatan, Jumat (11/09/2026).
Penyerahan bantuan turut dihadiri Jon Hendri, Penyuluh Agama Islam KUA Akabiluru, dan Yosi Purnamasari, Penyuluh Agama Islam KUA Harau. Kehadiran mereka memperlihatkan dukungan langsung dari lingkungan kerja kepada Zulfakri dan keluarganya.
Menurut para penyuluh, kepedulian tersebut tidak berhenti pada bantuan materi. Perhatian, doa, waktu, tenaga, dan kehadiran juga menjadi bagian penting dalam menguatkan seseorang yang tengah menghadapi musibah.
“Musibah yang dialami Ust. Zulfakri mengingatkan kita bahwa kepedulian tidak selalu harus dalam bentuk materi. Kehadiran dan perhatian juga sangat berarti bagi keluarga yang sedang menghadapi ujian,” ujar Firdaus.
Solidaritas itu sekaligus memperlihatkan sisi lain dari peran Penyuluh Agama Islam. Selain menyampaikan pesan keagamaan melalui pembinaan masyarakat, penyuluh dituntut mampu menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam tindakan sosial.
Bantuan kepada Zulfakri menjadi salah satu bentuk nyata penerapan nilai kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong di lingkungan Penyuluh Agama Islam. Mereka berharap semangat tersebut juga tumbuh lebih luas di tengah masyarakat.
“Nilai-nilai agama bukan hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi juga perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika ada saudara kita yang sedang mengalami kesulitan,” katanya.
Para penyuluh juga mengajak masyarakat tidak menunggu memiliki kelebihan untuk berbagi. Dukungan sekecil apa pun, jika diberikan dengan ketulusan, dapat membantu korban musibah melewati masa sulit.
Bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan menghadapi kebutuhan mendesak setelah kebakaran, dukungan dari lingkungan sekitar dapat menjadi penguat untuk kembali menata kehidupan.
Penyuluh Agama Islam Sumatera Barat berharap solidaritas serupa terus terpelihara sehingga setiap musibah tidak hanya menghadirkan kesulitan, tetapi juga menggerakkan kepedulian dan mempererat persaudaraan.
“Kami berharap Ust. Zulfakri dan keluarga diberi kekuatan, kesabaran, kesehatan, serta kemudahan untuk melewati ujian ini. Semoga bantuan dan perhatian yang diberikan menjadi penguat bagi beliau dan keluarga,” ujar Firdaus. (F)
Penulis : Firdaus Katik Batuah
Editor : Rachmail Gucci
Sumber Berita : Penyuluh Agama Islam Sumbar













