Payakumbuh, Rubrikpos — Menyongsong pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026 yang direncanakan berlangsung pada Juni mendatang, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Payakumbuh terus memaksimalkan persiapan seluruh cabang olahraga (cabor). Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggelar Coaching Clinic kepelatihan olahraga.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula SMA Negeri 2 Payakumbuh, kawasan Bukik Ditabur, Kecamatan Payakumbuh Timur, Sabtu (13/12/2025), dan diikuti puluhan pelatih dari berbagai cabor.
Ketua KONI Kota Payakumbuh, Yengki Otrio, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatih merupakan faktor kunci yang tidak bisa diabaikan dalam menyiapkan atlet berprestasi.
“Pelatih adalah poin penting dalam pembinaan atlet. Meski Porprov 2025 batal dilaksanakan, persiapan dan pembinaan tetap harus berjalan maksimal,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa anggaran Porprov 2025 tetap dapat dimanfaatkan untuk pembinaan atlet, sehingga KONI memilih fokus pada investasi jangka panjang melalui peningkatan kualitas pelatih.
“Porprov boleh batal, tapi persiapan tidak boleh berhenti. Visi KONI jelas, yaitu investasi pada kepelatihan. Melatih bukan hanya soal menang, tetapi juga pembentukan karakter dan kualitas atlet. Ikuti Coaching Clinic ini dengan sungguh-sungguh,” pesannya.
Yengki juga mengingatkan seluruh cabor agar menggunakan peralatan yang sesuai dengan standar pertandingan resmi.
“Gunakan peralatan yang sama seperti saat bertanding nanti. Dengan begitu, atlet akan lebih terbiasa dan siap saat kompetisi,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh melalui Kepala Bidang Olahraga, Afrizon Nasri, menyampaikan bahwa dunia olahraga saat ini berkembang sangat pesat dan bahkan telah menjadi industri.
“Olahraga sekarang berkembang luar biasa dan sudah menjadi industri. Jangan berpuas diri dengan kondisi saat ini. Semoga melalui Coaching Clinic ini, olahraga di Payakumbuh semakin maju,” harapnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Daerah terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana olahraga sebagai bagian dari pembinaan atlet melalui peran pelatih.
“Potensi atlet kita cukup besar. Pembinaan olahraga adalah unsur penting dalam membangun bangsa. Semoga para pelatih mampu melahirkan atlet-atlet terbaik dari Payakumbuh,” tambahnya.
Anggaran KONI Disetujui Rp1,2 Miliar
Terkait dukungan anggaran, Afrizon mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Payakumbuh bersama DPRD telah menyetujui hibah untuk KONI sebesar Rp1,2 miliar pada tahun 2026.
“Kesepakatan awal Porprov akan dilaksanakan pada Juni 2026. Anggaran hibah sebesar Rp1,2 miliar telah ditetapkan untuk pembinaan sekaligus pembiayaan Kontingen Kota Payakumbuh,” jelasnya.
Meski demikian, jumlah tersebut masih lebih kecil dibandingkan usulan awal KONI.
“Proposal yang diajukan KONI bersama seluruh cabor sebenarnya mencapai lebih dari Rp3 miliar untuk kebutuhan ideal,” tutup Afrizon saat membuka kegiatan tersebut secara resmi.
Coaching Clinic ini turut dihadiri pengurus KONI Provinsi Sumatera Barat, Dr. Roni Yenes, M.Pd, serta menghadirkan tiga narasumber dari Universitas Negeri Padang (UNP), yakni Dr. Donie, S.Pd, Dr. Roma, M.Pd, dan Romi Mandela, S.Pd, M.Pd. (Ady)















