KOMETA dan Ekosis.id Bangun Aliansi Digital Nasional, Targetkan Kenaikan Distribusi Produk Lokal dan Atasi Ancaman Kemiskinan Struktural

- Redaksi

Senin, 5 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menjawab tantangan kemiskinan struktural yang dihadapi Indonesia, Koperasi Multi Pihak Modern Teknologi Nusantara (KOMETA) dan Ekosis.id menandatangani kerja sama strategis untuk memperkuat sistem distribusi produk lokal berbasis teknologi, sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro dan komunitas ekonomi akar rumput.

Kemitraan ini diluncurkan seiring dengan rilis World Bank Macro Poverty Outlook April 2025, yang menyebutkan bahwa 60,3% dari penduduk Indonesia tahun 2024—sekitar 171,9 juta jiwa—masuk kategori miskin. Fakta ini menunjukkan bahwa kemiskinan kini tidak hanya menyentuh kelompok bawah, namun juga kelas menengah yang rentan secara ekonomi.

CEO Ekosis.id, Herson Sentosa, menyatakan bahwa sinergi ini diarahkan untuk menghadirkan solusi nyata berbasis teknologi dan koperasi komunitas:

“Kami melihat KOMETA sebagai mitra strategis karena ekosistem multi pihak yang mereka bangun sejalan dengan misi kami: memberdayakan produsen lokal lewat digitalisasi rantai pasok. Dengan integrasi ini, kami menargetkan peningkatan volume distribusi produk lokal hingga 40% dalam 6 bulan. Ini bukan hanya kerja sama, tapi langkah konkret menjawab krisis distribusi dan pendapatan di tingkat akar rumput.”

Mengapa Koperasi Multi Pihak?

Model koperasi konvensional sering kali gagal menjawab tantangan lintas sektor, seperti keterputusan antara produsen, distributor, konsumen, dan pendana. KOMETA hadir sebagai koperasi multi pihak (multi-stakeholder cooperative) yang menyatukan seluruh aktor ekonomi—petani, nelayan, UMKM, pekerja, konsumen, pemodal, dan penyedia teknologi—dalam satu wadah kolaboratif dan setara.

Dalam model ini:

  • Produsen memperoleh akses teknologi dan pasar tanpa perantara yang merugikan.
  • Investor mendapatkan dividen sosial dan ekonomi, berbasis kinerja komunitas.
  • Penyedia teknologi dapat langsung mengintervensi titik-titik krusial produktivitas.
  • Konsumen menikmati produk lokal yang lebih berkualitas dan berkelanjutan

Dengan sistem kepemilikan bersama dan distribusi nilai yang adil, koperasi multi pihak menjadi fondasi ekonomi kolektif yang resilien, menjawab krisis kemiskinan struktural secara sistematis.

Ketua KOMETA, Roy Faizal Prasetyanugraha, menegaskan bahwa KOMETA bukan hanya koperasi, tetapi mesin transformasi produktivitas dan distribusi nasional:

“Kemiskinan sebesar 60,3% itu mencerminkan masalah sistemik—produktivitas rendah, akses pasar terbatas, dan ketergantungan pada jalur distribusi yang tidak adil. KOMETA menjawab ini dengan sistem dan teknologi yang mengintegrasikan pertanian, perikanan, dan UMKM ke pasar nasional, dan memastikan semua pihak mendapat nilai secara adil.”

Langkah awal sinergi ini dimulai dengan roadshow dan edukasi koperasi digital di 8 provinsi: Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Maluku, NTB, dan Sumatera, yang menjadi titik awal akselerasi integrasi koperasi lokal ke dalam sistem distribusi digital Ekosis dan KOMETA.

Tentang Koperasi Jasa Multi Pihak Modern Teknologi Nusantara (kometa)

Koperasi Multi Pihak Modern Teknologi Nusantara (KOMETA) adalah koperasi Multi Pihak yang menyatukan produsen, konsumen, pekerja, investor, dan penyedia teknologi dalam satu ekosistem kolaboratif berbasis digital. KOMETA berkomitmen menjadi mesin penggerak ekonomi rakyat yang berkeadilan.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya
Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor
Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran
Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif
Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru
Disnakerperin Payakumbuh Dorong Penguatan Industri Daerah lewat Pelatihan, Sertifikasi, dan Klaster IKM Sepanjang 2025
LRT Jabodebek Hadir Dekat dengan Aktivitas Masyarakat, Terhubung dengan Pusat Perbelanjaan dan Fasilitas Publik
Mau Coba Konsisten Investasi? Coba Lakukan Ini

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Let us know you are human:


Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:18 WIB

Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:48 WIB

Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran

Jumat, 2 Januari 2026 - 18:24 WIB

Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:28 WIB

Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru

Berita Terbaru

Daerah

Tiga Pesilat Payakumbuh Lolos, Target 4 Emas di Porprov

Sabtu, 3 Okt 2026 - 19:55 WIB

Headline

Daftar Game Terbaru di Poki Games Oktober 2026

Sabtu, 3 Okt 2026 - 00:15 WIB