Transportasi Media | Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) terus meningkatkan kemampuan personel dan armada induknya dalam menghadapi operasi penyelamatan bawah air yang semakin kompleks. Langkah tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Operator Alat Pencarian Bawah Air yang dilaksanakan pada tanggal 21 September hingga 4 Oktober 2026.
Dalam pelatihan ini, Basarnas bekerja sama dengan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) dan PT Sedaya Handali Pratama Teknik melatih personel terpilih dari Kantor Pusat dan Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Sejumlah perangkat canggih menjadi fokus utama penguasaan materi, seperti Echosounder Multibeam (MBES), Sonar Pemindaian Samping (SSS), magnetometersampai Sistem Pemosisian Dasar Ultra Pendek (USBL). Seluruh teknologi sonar dan pemetaan nantinya akan dipasang khusus pada armada Kapal KN SAR Ganesha 105 Jakarta.
Pelatihan ini memadukan materi kelas, praktik kering di Workshop Pushidrosal, dan uji coba lapangan langsung di perairan Jakarta.
Direktur Sarana dan Prasarana Basarnas Marsekal Pertama TNI Akbar Yunus meninjau langsung pelaksanaan praktik di lapangan bersama pejabat Pushidrosal, antara lain Komandan Satbinlat Kolonel Laut (P) Iswantono dan Kadisveranautika Kolonel Laut (E) Dr Anang Prasetya Adi.
Kehadiran perangkat baru ini dan operator yang berkompeten diharapkan mampu mempercepat proses verifikasi dan identifikasi objek di kedalaman laut yang bervariasi. Dengan penguatan teknologi dan sumber daya manusia, kesiapan operasi SAR Indonesia di wilayah maritim dijamin akan lebih efektif, tepat dan terukur dalam menghadapi situasi darurat.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














