Payakumbuh – Sebanyak 277 anak di Kota Payakumbuh mendapat layanan sunat gratis melalui program Indo Jalito Peduli (IJP), Kamis (10/09/2026), yang sekaligus membantu meringankan pengeluaran keluarga penerima manfaat untuk memenuhi kebutuhan kesehatan anak.
Sunatan massal yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Payakumbuh itu menyasar anak-anak yang telah melalui proses verifikasi oleh Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) bersama perangkat daerah terkait. Selain layanan sunat, anak-anak juga menerima bingkisan dan uang saku.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengatakan kegiatan tersebut memberi manfaat langsung kepada masyarakat, terutama keluarga yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan anak.
“Bakti sosial kali ini sangat dinanti masyarakat kami. Kehadiran Indo Jalito melalui kegiatan sunatan massal ini memberikan manfaat nyata kepada 277 anak,” kata Wako Zulmaeta.
Menurut Zulmaeta, bantuan semacam itu merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk menangani kemiskinan, stunting dan persoalan sosial lainnya.
Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga dukungan organisasi sosial menjadi bagian dari penguatan intervensi kepada masyarakat.
Ia mengatakan IJP bukan organisasi sosial yang baru hadir di Payakumbuh. Sebelumnya, organisasi tersebut telah menjalankan sejumlah program, mulai dari bedah rumah, sunatan massal hingga bantuan sapi kurban.
“Dalam upaya kerja keras kita semua meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menuntut kolaborasi dengan seluruh pihak, baik pemerintah, dunia usaha maupun organisasi sosial,” ujarnya.
Zulmaeta berharap kepedulian IJP terhadap masyarakat Payakumbuh terus berlanjut dan cakupan kerja sama semakin luas sehingga semakin banyak keluarga yang dapat merasakan manfaatnya.
“Terima kasih kepada Indo Jalito dan seluruh jajaran yang selalu berkontribusi positif bagi masyarakat Sumbar, khususnya Kota Payakumbuh. Mari kita bersama untuk berbagi, bersama untuk Kota Payakumbuh yang lebih baik,” tutupnya.
Ketua LKKS Kota Payakumbuh Eni Zulmaeta mengatakan manfaat program tidak hanya terletak pada layanan sunat gratis, tetapi juga pada bantuan tambahan yang diterima anak-anak setelah mengikuti kegiatan.
Sebanyak 277 anak memperoleh bingkisan dan uang saku. LKKS, kata dia, memastikan penerima program merupakan anak-anak yang membutuhkan melalui pendataan dan verifikasi faktual bersama Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, camat dan lurah.
“Program Indo Jalito Peduli merupakan salah satu program yang selalu ditunggu masyarakat Kota Payakumbuh. Alhamdulillah hari ini kita bisa hadir bersama untuk melaksanakan bakti sosial yang selama ini dinanti masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, LKKS menyalurkan beasiswa dari Baznas Kota Payakumbuh senilai Rp164,2 juta kepada 327 peserta didik. Bantuan itu terdiri atas 20 anak TK, 260 anak SD dan 47 anak SMP.
Besaran beasiswa masing-masing Rp300 ribu untuk peserta didik TK, Rp500 ribu untuk SD dan Rp600 ribu untuk SMP.
Bantuan tersebut menambah bentuk dukungan yang diterima keluarga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.
“Kami berharap ke depan Indo Jalito juga dapat memperkuat organisasi masyarakat maupun lembaga kesejahteraan sosial lainnya sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan kesejahteraan sosial,” ujar Eni.
Perwakilan IJP Uni Asri Asgani atau Uni Ad mengatakan sunatan massal merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial IJP di sejumlah daerah di Sumbar.
Sebelum Payakumbuh, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Sawahlunto dan Sijunjung. Setelah Payakumbuh, rangkaian kegiatan dijadwalkan berlanjut ke Kabupaten Agam dan Kota Padang.
IJP merupakan wadah perkumpulan perempuan Minang di perantauan yang bergerak dalam bidang sosial, seni dan kebudayaan.
“Payakumbuh selalu ada di hati kami. Karena itu, kami rutin hadir di sini dan ingin terus berbagi melalui kegiatan sosial yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (red)













