Payakumbuh — Pemko Payakumbuh menyiagakan 350 personel gabungan beserta ratusan unit peralatan untuk memperkuat respons menghadapi bencana dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).
Kesiapan personel dan sarana tersebut digelar dalam Apel Gabungan Siaga Bencana dan Harkamtibmas Kota Payakumbuh 2026 di halaman Balai Kota Payakumbuh, Senin (07/09/2026).
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta bertindak sebagai inspektur, apel tersebut juga diikuti Wakil Wali Kota Elzadaswarman serta jajaran Forkopimda Kota Payakumbuh.
Kekuatan personel berasal dari berbagai unsur, yakni TNI, Polri, organisasi perangkat daerah, instansi terkait, organisasi sosial dan relawan.
Secara keseluruhan terdapat sekitar 19 SST atau 350 personel yang disiapkan untuk mendukung penanganan kondisi darurat.
“Apel ini menjadi bentuk kesiapan bersama sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dan menjaga kondisi wilayah tetap aman,” kata Wako Zulmaeta.
Untuk mendukung operasi di lapangan, sejumlah kendaraan dan peralatan turut disiagakan. Armada tersebut meliputi tujuh kendaraan operasional TNI/Polri, lima mobil pemadam kebakaran, sembilan ambulans, tiga kendaraan dapur umum dan tangki air, dua kendaraan crane dan dozer serta 15 mobil pikap.
Kekuatan lainnya terdiri atas dua mobil rescue, 22 dumtruk, 60 sepeda motor, dua ekskavator, tiga skylift, lima perahu karet, 26 chainsaw, dua light tower portable, empat tenda pengungsi serta 10 unit mobil toilet dan perlengkapan logistik lainnya.
“Seluruh personel dan peralatan harus benar-benar siap digunakan kapan saja. Kita juga perlu memperbarui pemetaan wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana,” ujarnya.
Kesiapsiagaan tersebut diarahkan untuk mengantisipasi sejumlah ancaman yang berpotensi terjadi di Payakumbuh dan Sumatera Barat, terutama bencana hidrometeorologi seperti banjir, cuaca ekstrem dan angin puting beliung.
Ancaman gempa bumi juga menjadi perhatian dalam mitigasi kebencanaan, sehingga dilaksanakan simulasi bencana usai pelaksanaan Apel Gabungan.
Zulmaeta menyebut pengalaman bencana yang terjadi di Sumatera Barat pada penghujung tahun lalu harus menjadi evaluasi bersama untuk meningkatkan kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat.
“Kita harus membangun kesiapan sejak awal karena bencana dapat terjadi sewaktu-waktu. Kemampuan masyarakat untuk menghadapi dan memulihkan diri setelah bencana juga perlu terus diperkuat,” katanya.
Apel tersebut juga menyoroti sejumlah persoalan yang berkaitan dengan Harkamtibmas, seperti aksi balap liar, pelanggaran lalu lintas, kenakalan remaja dan peredaran narkoba.
Pemerintah menilai persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.
Upaya menjaga keamanan wilayah, kata dia, tidak cukup mengandalkan aparat. Keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, organisasi sosial dan relawan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran serta mencegah munculnya gangguan keamanan.
“Penguatan Harkamtibmas membutuhkan kolaborasi semua pihak. Tidak hanya pemerintah dan aparat, tetapi juga keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha dan media,” ujarnya.
Zulmaeta juga meminta seluruh unsur meningkatkan komunikasi dan koordinasi sehingga penanganan keadaan darurat dapat berlangsung cepat dan terintegrasi, mulai dari tingkat kota hingga kecamatan dan kelurahan.
Kesiapan personel dan sarana prasarana tersebut diharapkan mampu mempercepat mobilisasi ketika terjadi bencana sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif bagi masyarakat.
“Atas nama Pemko Payakumbuh, saya menyampaikan penghargaan kepada TNI, Polri, ASN, BUMN/BUMD, organisasi masyarakat dan para relawan yang terus bekerja bersama menjaga keselamatan, keamanan dan ketertiban masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan aksi pembagian masker gratis kepada masyarakat serta pengendara yang melintas di kawasan Balai Kota Payakumbuh mengingat kualitas udara sudah mulai memburuk. (red)
Editor : Rachmail Gucci
Sumber Berita: BPBD Kota Payakumbuh














