Payakumbuh – Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman mengingatkan pentingnya sinergi antara guru dan orang tua dalam membentengi anak dari dampak negatif perkembangan teknologi informasi saat menjadi pembina Apel Akbar Lembaga Didikan Subuh (LDS) Kota Payakumbuh di halaman Balai Kota Payakumbuh, Selasa (16/06/2026).
“Tugas pembinaan anak bukan hanya tugas guru, tetapi juga orang tua. Anak-anak sekarang mempunyai tantangan yang berbeda dengan zaman dahulu. Tantangan terbesar mereka adalah kemajuan teknologi informasi,” kata Elzadaswarman.
Menurut dia, perkembangan teknologi membawa banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat, namun di sisi lain juga menghadirkan berbagai risiko bagi anak-anak apabila tidak mendapatkan pengawasan yang memadai dari keluarga maupun lingkungan pendidikan.
Karena itu, ia mengajak para orang tua untuk lebih aktif mendampingi dan mengawasi aktivitas anak, terutama dalam penggunaan perangkat digital dan media sosial yang kini dapat diakses dengan mudah.
“Pandailah mengontrol mereka sehingga tidak terjebak dalam pengaruh negatif teknologi yang bisa diakses secara bebas,” ujarnya.
Elzadaswarman mengatakan pembinaan karakter dan akhlak generasi muda harus dilakukan secara bersama-sama.
Guru memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan agama dan moral, sementara orang tua menjadi pendamping utama anak dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai keberadaan Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) menjadi salah satu sarana strategis dalam memperkuat fondasi keimanan anak sejak usia dini.
“Pembinaan generasi muda sangatlah penting. Untuk itu peran TPQ sebagai pelopor pendidikan agama di usia dini sangat dibutuhkan sebagai peletak dasar keimanan sekaligus benteng dari berbagai pengaruh negatif,” katanya.
Menurut dia, penguatan pendidikan keagamaan juga sejalan dengan salah satu misi Pemerintah Kota Payakumbuh untuk mewujudkan daerah yang religius berlandaskan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah.
Karena itu, Pemko Payakumbuh terus mendorong berbagai program pembinaan keagamaan yang melibatkan lembaga pendidikan Islam, tokoh agama, dan masyarakat guna membentuk generasi yang berakhlakul karimah.
“Pembinaan TPQ sangat dibutuhkan untuk mencetak generasi yang berakhlakul karimah dan memiliki landasan agama yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Elzadaswarman juga menyampaikan apresiasi kepada Panitia Hari Besar Islam (PHBI), LDS Kota Payakumbuh, serta para guru TPQ dan MDTA yang selama ini konsisten membina dan mendidik generasi muda.
Ia berharap kegiatan Apel Akbar LDS dapat semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan keagamaan, dan keluarga dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya generasi muda yang religius, cerdas, dan berkarakter.
“Kami berharap sinergi antara orang tua, guru, TPQ, MDTA, dan pemerintah terus terjalin kuat sehingga anak-anak Payakumbuh tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlakul karimah, serta mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya,” pungkasnya. (red)
Editor : Rachmail Gucci
Sumber Berita: Pemko Payakumbuh














